MOMENTUM BERSEJARAH FSTI: HIMA STI DAN RPL GELAR DIKLAT KOLABORASI PERDANA CETAK PEMIMPIN TEKNOLOGI BERINTEGRITAS
Jember, 14 Februari 2026 – Himpunan Mahasiswa Program Studi Sistem dan Teknologi Informasi (HIMA Prodi STI) dan Himpunan Mahasiswa Program Studi Rekayasa Perangkat Lunak (HIMA Prodi RPL) Fakultas Sains, Teknologi, dan Industri (FSTI) Institut Teknologi dan Sains Mandala (ITSM) menyelenggarakan DIKLAT (Pendidikan dan Pelatihan) pada 13–14 Februari 2026. Kegiatan yang mengangkat tema “Membangun Pemimpin Teknologi yang Berintegritas dan Inovatif” ini menjadi agenda kolaboratif perdana dua himpunan dalam lingkup fakultas.
Acara tersebut turut dihadiri oleh Rektor ITSM, Prof. Dr. Suwignyo Widagdo, S.E., M.M., M.P., Wakil Rektor II Dr. Dedy Wijaya Kusuma, S.T., M.Pd., Dekan Fakultas Sains Teknologi dan Industri Drs. Muhaimin Dimyati, M.Si., Pembina HIMA Prodi STI Mohamat Abdul Rohim, S.Kom., M.Si., dan Pembina HIMA Prodi RPL Ferry Wiranto, S.Kom., M.Si., serta segenap tamu undangan perwakilan Ormawa ITSM.
Rektor ITSM, Dr. Suwignyo Widadgo, S.E., M.M., MP., dalam sambutannya menyampaikan harapan agar diklat yang berlangsung selama dua hari tersebut mampu membekali mahasiswa dengan penguatan soft skills, pembentukan mindset yang adaptif, serta karakter dan etika profesional. Menurutnya, kompetensi di bidang teknologi harus selaras dengan integritas dan tanggung jawab agar mahasiswa siap menghadapi tantangan dunia kerja maupun organisasi.
Dekan Fakultas Sains, Teknologi, dan Industri, Drs. Muhaimin Dimyati, M.Si., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan momentum sejarah baru fakultas mulai perdirinya pada tahun 2022–2026 saat ini, baru pertama kalinya diklat kolaborasi antar 2 prodi. Ia juga menjelaskan bahwa tema yang diangkat selaras dengan tata nilai fakultas yang terintegrasi dengan nilai inti institusi, khususnya semangat Fostering Future Leader. Konsep tersebut menekankan pentingnya menyiapkan mahasiswa sebagai pemimpin masa depan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi serta mampu menghadirkan inovasi yang berdampak bagi masyarakat.
Sementara itu, Ketua Koordinator Diklat, Mohammad Zulfan Syafiqi, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan hasil dari proses perencanaan yang panjang dan kolaborasi yang solid antar panitia. Ia menyebutkan bahwa diklat ini menjadi tonggak awal sinergi antara HIMA Prodi STI dan HIMA Prodi RPL, sekaligus gerbang pembinaan bagi mahasiswa untuk mengenal lebih dalam organisasi kemahasiswaan. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan mampu mengembangkan soft skills dan hard skills secara seimbang.
Ketua Panitia dalam laporannya menekankan bahwa integritas merupakan fondasi utama seorang pemimpin di bidang teknologi, sedangkan inovasi menjadi motor penggerak kemajuan. Ia mengajak seluruh peserta untuk berpartisipasi aktif dalam setiap sesi, memanfaatkan forum diskusi secara optimal, serta menjadikan kegiatan ini sebagai momentum pengembangan diri dan perluasan jejaring profesional.
Dengan terselenggaranya diklat ini, HIMA Prodi STI dan HIMA Prodi RPL FSTI ITSM menunjukkan komitmen dalam membentuk mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, inovasi, dan kepemimpinan yang relevan dengan perkembangan zaman.
Mahasiswa ITSM Antar Timnas Futsal Indonesia Raih Juara 2 AFC Futsal 2026
Jember, 8 Februari 2026 – Kabar membanggakan datang dari dunia olahraga internasional. Lima mahasiswa Program Studi Manajemen ITSM turut menjadi bagian penting dalam skuad Timnas Futsal Indonesia yang berhasil meraih Juara 2 AFC Futsal 2026.
Kelima mahasiswa tersebut adalah Firman Adriansyah, Mochammad Iqbal Rahmatullah Iskandar, Ahmad Habiebie, Muhammad Rizki Xavier, dan Reza Gunawan. Mereka menunjukkan performa impresif, kerja sama tim yang solid, serta mental juara sepanjang turnamen.
Pada babak semifinal (6 Februari 2026), Indonesia sukses menaklukkan Jepang dengan skor 5–3, memastikan langkah ke partai final. Kemenangan tersebut menjadi momen krusial yang menegaskan kekuatan dan konsistensi permainan Timnas.
Laga final yang digelar 7 Februari 2026 mempertemukan Indonesia dengan Iran dalam pertandingan sengit dan penuh tekanan. Kedua tim bermain imbang 5–5 hingga waktu berakhir, sehingga pemenang harus ditentukan melalui adu penalti. Dalam babak penentuan, Indonesia harus mengakui keunggulan Iran dengan skor 4–5.
Meski belum berhasil meraih gelar juara, capaian sebagai runner-up Asia merupakan prestasi luar biasa bagi Indonesia sekaligus kebanggaan besar bagi ITSM. Keberhasilan ini membuktikan bahwa mahasiswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu bersaing dan berprestasi di level internasional, membawa nama kampus dan bangsa ke panggung Asia.

